Perpustakaan Kita

Just another WordPress.com site

SOFTWARE PENGENDALI UNTUK SENTRAL TELEPON DIGITAL

SOFTWARE PENGENDALI UNTUK SENTRAL TELEPON DIGITAL

INTISARI

Dalam pengembangan sentral Telepon Digital, selain dibuat Prototype hardware sentral juga dikembangkan software untuk pengendalinya.

Hardware sntral cenderung makin sederhana, oleh karena itu kemampuan sentral tertumpu pada kemampuan software dalam melayani sambungan – sambungan. Tulisan ini membahas tentang perancangan software pengendali sentral digital yang sedang dikembangkan pada Laboratorium Switching, Puslitbang Telkoma LIPI.

Pendahuluan

Akhir-akhir ini trend pada bidang telepon adalah digital switching. Karena kebutuhan yang semakin meningkat. Bukan hanya menggantikan system analog yang sudah ada, melainkan untuk memenuhi kebutuhan baru berupa Privat Automatic Branch Exchange ( PABX ), Privat Branch Exchange ( PBX ), dan sentral telepon digital.

Bersama dengan hal tersebut muncul komponen-komponen yang terintegrasi, yang memberikan kemudahan dalam pembuatan system digital switching MT8980D buatan MITEL semikonduktor, (DJAELANI)(MITEL) adalah satu dari beberapa komponen yang menjanjikan kemudahan tersebut. Agar bias berfungsi sebagaimana mestinya MT8980D dikontrol oleh mikroprosesor pada umumnya atau computer pada khususnya. Untuk itu digunakan software pengendali yang berfungsi mengendalikan sentral agar memberikan tanggapan yag semestinya terhadap permintaan sambungan. Dengan menggunakan digital switch matrix dan Dual Tone Multi Frequensi ( DTMF ) receiver, hardware senbal menjadi lebih sederhana. Kompleksitasnya beralih ke sofhwarenya.

Pada tulisan ini dibahas mengenai perilaku atau aktivitas sambungan dan satu arsitektur software yang mampu memenuhi kebutuhan pengendali sentral telepon digital.

AKTIVITAS SAMBUNGAN

Secara sederhana keadaan sambungan telepon mengikuti state diagram seperti pada gambar 1. Sebuah sambungan berada pada keadaan (state)

Gambar 1. State Diagram Sambungan

tertentu, yangf dilambangkan dengan oval, dan berubah menjadi keadaan yang lain sesuai dengan syarat (kondisi) atau kejadian (event) yang ada (Cx).

Keadaan IDLE adalah kadaan dimana telepon dengan gagang telepon tertutup (on Hook). Keadaan telepon bias berubah menjadi Dial Tone, jika gagang telepon diangkat (off Hook) (C1), atau menjadi CALLED, jika sebuah sambungan lain memanggil sambungan tersebut (C9).

Keadaan DIAL TONE adalah keadaan dimana sambungan mendapat dial tone yang menandakan bahwa pesawat siap menerima angka-angka yang akan ditekan pemakai. Keadaan sambungan bias berubah menjadi IDLE kembali, jika gagang ditutup (C2), menjadi DIALING, jika sebuah angka ditekan (C3), atau menjadi BUSY TONE, jika selama jangka waktu tertentu tidak ada perubahan pada pesawat (C7).

Keadaan DIALING serupa dengan DIAL TONE, namun sambungan tidak lagi mendapat dial tone. Keadaan telepon bias berubah menjadi BUSY TONE, jika selama jangka waktu tertentu tidak ada perubahan pada pesawat atau sentral tidak bias menemukan sambungan yang dituju aau menjadi CALLING, jika sentral menemukan sambungan tersebut sedang IDLE (C4).

Keadaan CALLING adalah keadaan dimana sambungan sedang memanggil sambungan yang dituju dan mendapat ring back tone, keadaan bias berubah menjadi BUSY TONE, jika C7, atau menjadi TALKING, jika sambungan yang dituju mengangkat gagang (C6). Keadaan TALKING adalah keadaan dimana sambungan sedang bicara dengan sambungan lain. Keadaan sambungan bias berubah menjadi IDLE, jika C2 atau menjadi Busy Tone jika sambungan lawan menutup gagang (C8).

Keadaan CALLED adalah keadaan dimana sambungan sedang dipanggil atau pesawat bordering. Keadaan telepon bias berubah menjadi TALKING jika C1, atau menjadi IDLE jika C2 atau C7 (C10).

Sedangkan keadaan BUSY TONE adalah keadaan dimana sambungan mendapat busy tone. Keadaan sambungan bias berubah menjadi IDLE, jika C2.

State diagram pada kenyataannya bias lebih rumit dari contoh diatas. Misalnya, jika sambungan berupa trunk, maka akan memiliki prilaku sedikit berbeda. Demikian juga jika sambungan yang dituju berupa trunk. Apabila sentral menyediakan kemudahan lain seperti call transfer misalnya, jumlah state juga bertambah.

ARSITEKTUR SOFTWARE

Untuk mewujudkan state diagram sebagaimana diuraikan pada bagian terdahulu, diperlukan satu software yang bias mendeteksi event yang ada dan mengolah system sesuai dengan keadaan pada saat event dating Gambar 2. Menunjukan struktur sebuah software sederhana pengendali sambungan.

Gambar 2. Struktur Software

Software ini terdiri dari beberapa task, dilambangkan dengan oval, yang berjalan secara bersamaan untuk mengendalikan beberapa obyek, dilambangkan dengan kotak. Pemrograman yang multitasking dan real time diperlukan agar semua event yang ada bias diterima untuk diolah sebagaimana mestinya.

CALL PROCESSING adalah task utama dari software pengendali ini. Task ini bertugas melihat keadaan sambungan, keadaan gagang telepon, penghitung waktu dan variable lain pada setiap sambungan. Kemudian, dia melakukan pengolahan yang sesuai, jika diperlukan.

HARDWARE INTERFACE adalah sekumpulan routine yang berfungsi langsung memantau dan mengendalikan hardware, dengan membaca dan menulis data atas perintah task lain.

DIGITAL SWICTH disamping menghubungkan satu sambungan dengan sumber tone  maupun DTMF RECEIVER, juga menampung keadaan gagang  dan mengendalikan beberapa saklar, seperti saklar untuk memberikan tegangan ring. Ini berkat message mode (DJAELANI) dari digital Switch MT8980D. dengan sebuah time multiplexer, keadaan gagang dari * sambungan bias ditempatkan pada data memory dari DIGITAL SWITCH dengan menempatkannya pada channel dan Stream (DJAELANI) tertentu.

TIMER adalah task yang bertugas, secara periodic menghitung lamanya sambungan berada pada satu keadaan , memerintah HARDWARE INTERFACE untuk membaca keadaan gagang seluruh sambungan dan menuliskannya pada DATA BASE, dan memerintahkan CALL PROCESSING untuk melakukan pengolahan.DTMF INTERUPT adalah sebuah task atau routine interupsi yang dikerjakan setiap ada permintaan interupsi hardware dari DTMF RECEIVER yaitu jika ada angka  yang terdeteksi. DTMF INTERUPT bertugas membaca angka tersebut dan menaruhnya pada tempat tertentu pada DATA BASE, member tahu task yang lain tentang kedatangan angka tersebut melalui sebuah bendera  dan merubah variable-variabel tertentu seperti menambah variable penunjuk jumlah angka yang diterima.

Untuk memonitor keadaan sambungan maupun mengkonfigurasikan system, seperti mengisi nomor sambungan digunakan USER INTERFACE.

Agar software bekerja dengan efisien harus dicari algoritma pengendali yang tepat. Semakin baik sebuah algoritma membutuhkan waktu semakin sedikit untuk melakukan satu pengolahan.

IMPLEMENTASI

Software telah diimplementasikan dengan menggunakan bahasa C (BORLAN). Untuk membuat program yang multitasking dengan lingkungan  MS DOS pada PC, digunakan tool pemrograman multitasking AMX (AMX), yaitu sekumpulan header file dan library file untuk bahasa C.

Software digunakan untuk mengendalikan sebuah Prototype Private Autimatic Branch Exchange  (PABX) yang berintikan digital switch matrix MT8980D (DJAELANI), (MITEL). Untuk menerima angka digunakan DTMF receiver MT8880 (MITEL). Hardware tidak dirancang untuk mendeteksi decadic dial, melainkan hanya mampu mendeteksi DTMF dial.

Uji coba menunjukan bahwa software bekerja sebagaimana mestinya dan memenuhi state diagram seperti yang tlah diuraikan diatas.

Teori Tambahan PABX

PABX yang beredar di pasaran banyak jenisnya dengan kemampuan yang berbeda-beda. Berdasarkan sistem kerjanya PABX dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  1. PABX Analog

PABX analog mempunyai ciri khas pada bagian switching-nya, yaitu menggunakan electronic modular switch dengan cara kerja space division dan memanfaatkan komponen IC crosspoint sebagai media penghubungnya.

  1. PABX digital

PABX digital identik dengan penggunaan digital switching sistem time division pada bagian penghubungnya, sehingga semua layanan komunikasi dilakukan oleh komponen switching yang digunakan oleh kompone IC crosspoint.

  1. IP PABX

PABX ini merupakan pengembangan dari generasi sebelumnya, dengan penambahan pada bagian tertentu, terutama feature internet protocol (IP). Dengan feature tersebut, perangkat ini memiliki kemampuan yang sangat lengkap dibanding pendahulunya. Fitur IP tersebut terbagi menjadi dua, yaitu

    1. IP PABX

Untuk kebutuhan ini biasanya dibutuhkan sebuah modem berupa modem berupa IP gateway card, kemudian bagian ini disambungkan ke Hub atau switch, selnjutnya dihubungkan ke router. Kemudian dari router akan tersambung dengan network connection atau jaringan internet.

    1. P EXT

Aplikasi ini sangat tepat digunakan sebuah perusahaan untuk mengontrol cabangnya, di mana pada kantor cabang hanya terdapat sebuah IP phone erupa internet protocol proprietary telephone (IP IPT) yang langsung terkoneksi dengan jaringan internet.

PABX merupakan switching equipment yang dapat menghubungkan antara dua tempat yang saling berkomunikasi dengan berbagai kemampuan (feature). Feature atau kemampuan yang terdapat pada PABX merupakan bagian layanan komunikasi yang tidak dapat terpisahkan sehingga pengguna perangkat ini diberikan kemudahan dalam berkomunikasi secara global dapat diuraikan sebagai berikut.

  1. Direct Inward System Access (DISA)

Direct inward system access adalah kemampuan yang memberikan akses komunikasi bagi penelepon untuk langsung berkomunikasi dengan ekstension yang dituju tanpa melalui operator, baik berupa komunikasi suara via SLT ataupun teks/gambar via faksimile.

  1. Transferring call

Transferring call adalah kemampuan untuk memindahkan atau mentransfer hubungan komunikasi (outgoing call atau incoming call) dari satu tempat ke tempat lain.

  1. Call forwarding

Call forwarding adalah kemampuan untuk meneruskan panggilan, baik itu panggilan dari extension, CO online, atau transfering call, ke nomor tujuan yang telah ditentukan (tentunya setelah diprogram) baik itu nomor extension lain di dalam layanan PABX atau ke luar layanan PABX seperti ke telepon seluler dan telepon rumah (PSTN).

  1. Message waiting

Massage waiting adalah kemampuan pemberian pesan menunggu kepada extension yang sibuk ketika dihubungi sehingga setelah extension tidak sibuk maka secara otomatis akan menghubungi extension yang meneleponnya.

  1. Conference call

Conference call adalah kemampuan untuk melakukan komunikasi lebih dari dua tempat (tiga sampai lima tempat), sehingga pembicaraan dapat dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu.

  1. Doorphone

Doorphone adalah hubungan komunikasi antar tempat, dimana pada salah satu tempat hanya menggunakan doorphone dan tempat yang lain tetapa menggunakn pesawat telepon. Doorphone merupakan perangkat komunikasi hands free tanpa tombol dial an hanya menggunakn satu tombol, perangkat ini umumnya diletakkan pada ruangan front office atau meja kerja seorang operator telepon.

  1. Door opener

Door opener adalah sebuah perangkat pembuka pintu yang dikenalikan oleh PABX melalui saluran extension. Perangkat ini dapat berfungsi apabila dihubungkan dengan sebuah PABX.

  1. Station Message Detail Recording (SMDR)

Station Message Detail Recording adalah kemampuan untuk merekam seluruh aktivitas yang dilakukan oleh PABX, baik outgoing call maupun incoming call. Aktivitas yang direkam berupa data nomor telepon tujuan, asal nomor telepon (nomor extension), durasi pembicaraan, biaya pemakaian, dan lain-lain. Data tersebut dapat ditampilkan pada layar monitor sebuah PC atau dicetak menggunakn printer.

  1. Caller Identification (CID)

Caller Identification adalah kemampuan untuk menampilkan untuk menampilkan identitas atatu nomor telepon pemanggil sehingga dapat diketahui dari mana telepon itu berasal, siapa yang menelepon, dan sebagainya.

10.  Short Message Service (SMS)

Short Message Service adalah kemampuan untuk menerima dan mengirimkan pesan pendek dalam bentuk teks. Kemampuan ini dapat digunakan jika PABX dan pesawat telepon menyediakan fasilitas ini.

11.  Account code/password/PIN (Personal Indentification Number)

Account code/password/PIN adalah kode yang digunakan untuk mengakses layanan komunikasi yang terdapat pada PABX, baik itu akses outgoing call atau programming. Caranya, setiap seseorang yang ingin mengakses layanan komunikasi/programming pada sebuah PABX harus terlebih dahulu memasukkan kode akses. Jika tidak, hal tersebut tidak dapat dilakukan, sehingga tidak semua orang mampu menggunakan CO line dan melakukan programming terhadap PABX tanpa password yang dimiliki.

12.  Toll restriction

Toll restriction adalah pembagian atau pembatasan akses untuk berkomunikasi sehingga tidak semua extension pada PABX yang ada mampu melakukan SLI, interlokal, maupun menelepon ke telepon seluler.

13.  Call control software

Call control software adalah sebuah alat yang digunakan untuk menetukan kemampuan sebuah PABX atau aktivitas komunikasi pada port extension.

14.  Back Ground Music (BGM) atau music on hold

Back Ground Music (BGM) atau music on hold adalah kemampuan untuk menyediakan suara/musik ketika panggilan sedang berlangsung di-holding atau di-transfer. Suara ini dapat berasal dari PABX sendiri atau radio dan tape recorder.

15.  Timer atau limited caller duration

Timer atau limited caller duration adalah kemampuan untuk membatasi durasi panggilan yang sedang dilakukan ketika mengakses layanan komunikasi yang disediakan oleh PABX.

16.  Jarak layanan

Jarak layanan adalah seberapa jauh PABX mampu memberikan layanan komunikasi dari tempat di mana PABX ditempatkan. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh diameter sebuah kabel.

PABX yang merupakan singkatan dari Private Automatic Branch Exchange adalah perangkat penyambungan komunikasi telepon yang terletak di sisi pelanggan yang memerlukan percabangan sambungan telepon. Secara umum peralatan PABX terhubung ke penyedia layanan komunikasi publik. PABX dapat pula berarti suatu sentral telepon cabang yang memungkinkan terhubung langsung antar teminal-terminalnya (pesawat telepon) yang ada pada lingkungan tertentu.(local).

PABX pada sebuah instansi dapat tehubung dengan PABX lain maupun sentral Telkom melalui jalur telepon incoming dan outgoingnya. Masing-masing pesawat yang terhubung ke PABX mempunyai nomor ekstensi, yang merupakan nomor unik yang diberikan oleh PABX tersebut. Setiap nomor ekstensi dari sebuah PABX dapat dihubungi oleh, atau menghubungi ke pesawat telepon di luar PABX tersebut dengan bantuan operator, baik secara manual maupun otomatis.
Ukuran atau parameter PABX dalam kapasitas jumlah line telkom yang terhubung ke PABX & jumlah ekstensi. Mulai kapasitas kacil satuan, ratusan hingga ribuan ekstensi. misal PABX Panasonic KX-TEB 308X dengan kapasitas terkecil, yaitu 3 line 8ekstensi. Beberapa merek PABX yang tersedia di pasaran antara lain NEC, Ericssons, Panasonic, NORTEl, dan Siemens.

Bagian switching merupakan perangkat utama yang menghubungkan antar tempat yang ingin berkomunikasi dan komunikasi yang dilakukan dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi internal dan eksternal. Kedua adalah bagian extension. Extension adalah perangkat yang menangani komunikasi internal, yaitu hubungan antar-extension dalam layanan PABX. Ketiga bagian CO line. CO line adalah bagian yang menangani komunikasi eksternal, yaitu komunikasi antara extension dalam layanan PABX dengan jaringan telepon lain di luar PABX. Keempat yaiut bagian control unit yang mengendalikan seluruh fungsi perangkat. Control unit berisi beberapa kompanen integrated circuit (IC) yang terdiri dari IC central processing unit (CPU) dan IC memory yang membentuk satu sistem pengendali utama.

Drive test adalah kegiatan mengumpulkan data pengukuran kualitas sinyal suatu jaringan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas suatu jaringan dan mengembangkan kapasitas jaringan Drive test dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah mobil dengan kecepatan rendah yang di dalamnya telah dipasang perlengkapan untuk drive test, atau dapat dilakukan secara manual atau walktest yang biasanya dilakukan di dalam sebuah bangunan atau di area dekat BTS. Untuk melakukan drive test baik dengan mobil ataupun manual diperlukan beberapa perlengkapan,yaitu:

  1. HP yang di dalamnya telah terintegrasi program untuk drive test
  2. computer atau notebook yang di dalamnya terdapat program khusus untuk drivetest, – laptop yang telah diinstall software untuk drive test seperti TEMS menggunakan ponsel Ericsson, NEMO untuk ponsel NOKIA, dll
  3. GPS untuk mengetahui koordinat suatu lokasi
  4. PCMCI atau USB hub jika menggunakan beberapa MS misalnya untuk Benchmarking.

Dengan drive test dapat diketahui cakupan area, blankspot area, handoff, laju paket data.

KESIMPULAN

Dengan menggunakan digital switch matrix, hardware sebuah sentral telepon digital menjadi lebih sederhana. Kompleksitasnya beralih kesoftware. Dengan demikian kemampuan sentral sepenuhnya tertumpu pada software. Yaitu, pada kecepatan dan efisiensi pengolahan yang berkaitan dengan algoritma dan kesigapan menaqnggapi event yang ada yang berkaitan dengan multitasking dan realtime programming. Demikian juga dengan pelayanan yang tersedia.

IDLE

CALLED

DIAL TONE

BUSY TONE

TALKING

DIALING

CALLING

C1

C9

C2

C2

C2

C2

C1

C8

C3

C4

C6

C5

C7

C7

C10

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: